KO'TUHADAN KUMA TOMPINAI NGAWI

Blog ini adalah tempat perkongsian maklumat dan pendapat dari semua keluarga dekat atau jauh, kawan-kawan dan sesiapa sahaja. Penulis akan cuba menjadikan blog ini sebagai One Stop Information Center di mana segala sumber maklumat yang asas dan penting akan diletakkan dalam bentuk web link. Oleh yang demikian jika ada sesiapa yang ingin mencadangkan laman web atau blog yang berguna, bermanafaat dan bermaklumat silalah memberikan address web atau blog itu kepada penulis sama ada melalui email atau just taip pada ruangan chat pada blog ini. Cadangn dan juga kritikan membina juga amatlah dialu-alukan.

SELAMAT MELAYARI BLOG INI

You Are Visitor Number

hit counter scince july 2007

M.I.N.I B.U.L.E.T.I.N

....Selamat Datang........ Enjoy Reading..


Sila Daftarkan Diri Anda Disini Sebagai Kenangan dan Rujukan

My Redeemer Lives By Nicole Mullen

Thursday, February 26, 2009

Cerita Untuk Relax Minda...

Catatan Harian Isteri dan Suami
Posted: 24 Feb 2009 07:10 PM CST

Rumitnya seorang isteri, dan simplenya seorang suami...jadinya kena selalu berfikiran positif...barulah tercipta rumahku shurgaku!

BUKU HARIAN ISTERI

Malam Minggu - Dia berkelakuan aneh. Sebelumnya kami berjanji bertemu di Cafe. Aku shopping seharian dengan kawan-kawan, sehingga mungkin dia kesal karena aku agak lewat sampai di Cafe, tapi dia tak bercakap. Dia tak bercakap langsung, jadi aku ajak dia pergi ke tempat yang agak sunyi supaya kami dapat berbincang, dia setuju tapi tetap diam membisu. Aku tanya apa yang salah - dia jawab, "Tak ada". Aku tanyakan apakah kesalahan ku yang membuatnya kesal. Dia kata hal ini tak ada kaitannya dengan ku dan minta aku tak usah sibuk.

Dalam perjalanan pulang, ku katakan aku mencintainya, dia cuma tersenyum tipis dan tetap membisu. Aku tak dapat menjelaskan perangainya petang itu. Aku tak habis-habis berfikir kenapa dia tak menjawab, "Aku cinta kamu juga". Sesampainya dirumah, aku merasa kehilangan dia, dan seolah-olah dia tak menghendaki ku lagi. Dia hanya duduk dan nonton depan TV; dia terlihat jauh dan menghilang..... Akhirnya aku putuskan untuk tidur. Lebih kurang 10 minit kemudian, dia masuk ke kamar. Aku tak tahan lagi, ku putuskan untuk menghadapinya dan menanyakan soal sebenarnya, tapi dia langsung tertidur. Aku mulai menangis sampai tertidur. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Hidupku terasa bergoncang.....

BUKU HARIAN SUAMI

Hari ini REAL MADRID kalah. SIALLLLL!!!


----sumbangan: liza

Wednesday, February 25, 2009

20 Perkara Perjanjian Sabah Menyertai Malaysia

History
The agreement was written for the main purpose of safeguarding the interests, rights, and the autonomy of the people of Sabah upon entering the federation of Malaysia. It was originally envisaged that Sabah be one of the four entities in the federation, the others being Malaya, Singapore, and Sarawak. However as times passed, Sabah and Sarawak has ended up being merely one of the 13 states in the federation.


The position today
There has been numerous calls for the agreement to be reviewed to take into account social, economic, and political changes over time.[2]


The agreement

Point 1: Religion
While there was no objection to Islam being the national religion of Malaysia there should be no State religion in North Borneo, and the provisions relating to Islam in the present Constitution of Malaya should not apply to North Borneo


Point 2: Language
a. Malay should be the national language of the Federation
b. English should continue to be used for a period of 10 years after Malaysia Day
c. English should be an official language of North Borneo for all purposes, State or Federal, without limitation of time.

Point 3: Constitution
Whilst accepting that the present Constitution of the Federation of Malaya should form the basis of the Constitution of Malaysia, the Constitution of Malaysia should be a completely new document drafted and agreed in the light of a free association of states and should not be a series of amendments to a Constitution drafted and agreed by different states in totally different circumstances. A new Constitution for North Borneo (Sabah) was of course essential.


Point 4: Head of Federation
The Head of State in North Borneo should not be eligible for election as Head of the Federation


Point 5: Name of Federation
“Malaysia” but not “Melayu Raya”


Point 6: Immigration
Control over immigration into any part of Malaysia from outside should rest with the Central Government but entry into North Borneo should also require the approval of the State Government. The Federal Government should not be able to veto the entry of persons into North Borneo for State Government purposes except on strictly security grounds. North Borneo should have unfettered control over the movements of persons other than those in Federal Government employ from other parts of Malaysia into North Borneo.


Point 7: Right of Secession
There should be no right to secede from the Federation


Point 8: Borneanisation
Borneanisation of the public service should proceed as quickly as possible.


Point 9: British Officers
Every effort should be made to encourage British Officers to remain in the public service until their places can be taken by suitably qualified people from North Borneo


Point 10: Citizenship
The recommendation in paragraph 148(k) of the Report of the Cobbold Commission should govern the citizenship rights in the Federation of North Borneo subject to the following amendments:

a) sub-paragraph (i) should not contain the proviso as to five years residence
b) in order to tie up with our law, sub-paragraph (ii)(a) should read “7 out of 10 years” instead of “8 out of 10 years”
c) sub-paragraph (iii) should not contain any restriction tied to the citizenship of parents – a person born in North Borneo after Malaysia must be federal citizen.

Point 11: Tariffs and Finance
North Borneo should retain control of its own finance, development and tariff, and should have the right to work up its own taxation and to raise loans on its own credit.


Point 12: Special position of indigenous races
In principle, the indigenous races of North Borneo should enjoy special rights analogous to those enjoyed by Malays in Malaya, but the present Malays’ formula in this regard is not necessarily applicable in North Borneo


Point 13: State Government
a) the Prime Minister should be elected by unofficial members of Legislative Council
b) There should be a proper Ministerial system in North Borneo

Point 14: Transitional period
This should be seven years and during such period legislative power must be left with the State of North Borneo by the Constitution and not be merely delegated to the State Government by the Federal Government


Point 15: Education
The existing educational system of North Borneo should be maintained and for this reason it should be under state control


Point 16: Constitutional safeguards
No amendment modification or withdrawal of any special safeguard granted to North Borneo should be made by the Central Government without the positive concurrence of the Government of the State of North Borneo

The power of amending the Constitution of the State of North Borneo should belong exclusively to the people in the state. (Note: The United Party, The Democratic Party and the Pasok Momogun Party considered that a three-fourth majority would be required in order to effect any amendment to the Federal and State Constitutions whereas the UNKO and USNO considered a two-thirds majority would be sufficient)


Point 17: Representation in Federal Parliament
This should take account not only of the population of North Borneo but also of its seize and potentialities and in any case should not be less than that of Singapore


Point 18: Name of Head of State
Yang di-Pertua Negara


Point 19: Name of State
Sabah


Point 20: Land, Forests, Local Government, etc.
The provisions in the Constitution of the Federation in respect of the powers of the National Land Council should not apply in North Borneo. Likewise, the National Council for Local Government should not apply in North Borneo.

Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/20-point_agreement_(Sabah)

"Sejarah Perlu Diperbetulkan"

Saya sgt tertarik dengan entry yang ditulis oleh Larry Ralon dari Daily Express yang bertajuk "Sejarah Perlu Diperbetulkan". Di sini saya sertakan sedikit tulisan beliau..


"...Anggota Parlimen Sepangar, Datuk Eric Majimbun berkata,agak menyedihkan apabila melihat remaja lelaki di Sabah keluar televisyen mengucapkan Hari Merdeka yang ke-51 kepada Malaysia sedangkan ia merupakan ulang tahun kemerdekaan ke-51 untuk Malaya. Sabah (Borneo Utara) hanya mencapai kemerdekaannya 45tahun lalu dan bersama-sama Sarawak, Singapura dan Malaya (Persekutuan 11 buah negeri di Semenanjung) kemudian membentuk Malaysia.

“Satu lagi fakta sejarah yang juga perlu diperbetulkan ialah Sabah, Sarawak dan Singapura bukannya menyertai Malaya untuk membentuk Malaysia tetapi kita bersama-sama membentuk Malaysia. Kita bukannya salah sebuah negeri di bawah Malaysia tetapi kita adalah satu pertiga dari Malaysia”, katanya. Beliau berkata, Sabah, Sarawak dan Malaya sepatutnya rakan kongsi yang membentuk Malaysia dan “Kita bukannya menyertai Malaya untuk membentuk Malaysia. Jadi Sabah tidak sepatutnya negeri dalam Malaya atau salah sebuah daripada 11 negeri dalam Malaya.”.....

Ini merupakan sesuatu yang baru bagi saya kerana pertama kali saya mendengar tentang perkara ini. Selanjutnya sya membaca komen2 dari artikel ini dan sya sangat tertarik dengan komen dari Tompios. Mari kita baca bersama-sama...

"...Tompios Says: ...
September 3rd, 2008 at 3:04 pm

Alangkah bagusnya jika cerita kedai kopi ini kita awali dengan tiga pertanyaan asas.

1. Bila sebenarnya negeri sabah ini merdeka?

2. Bagaimana sabah boleh tergabung di dalam Malaysia?

3. Adakah Sabah ini sepatutnya disebut Negeri atau Negara?


Tiga soalan asas ini WAJIB DIJAWAB dan DIKETAHUI umum khususnya rakyat negeri sabah. Tanpa wujudnya niat untuk menimbulkan rasa sentimen kepada mana-mana pihak, kita perlu objektif dan berani mengakui tentang hakikat sejarah negeri sabah kerana kitalah yang sepatutnya menceritakan perkara sebenar sabah ini kepada rakyat Malaysia dan juga masyarakat luar.

Adalah menjadi satu pembohongan besar bagi para pemimpin negara ini khususnya, apabila tidak menjelaskan tentang fakta sejarah yang sebenarnya. Selama ini kita difahamkan melalui buku-buku pelajaran sejarah di sekolah tetapi sungguh disesalkan, mengapa tidak ditemukan tajuk tajuk sejarah yang berkaitan dengan Perkara 20, Hak dan keistemewaan kaum pribumi sabah dan perkara-perkara yang melibatkan Hak Sabah dalam Penggabungan Malaysia. Mengapa rakyat sabah dibutakan daripada pengetahuan sejarah negeri yang sebenarnya? Adakah sejarah itu merupakan satu ancaman kepada ahli-ahli politik Negara ataukah memang di dalam sistem pemerintahan BN khususnya, terdapat unsur penjajahan minda yang bakal merosak pemikiran rakyat khususnya di sabah dan Sarawak?

Sebagai rakyat sabah, dan rakyat Malaysia, saya berpendapat bahawa sangat tidak wajar bagi kerajaan melakukan penyembunyian fakta ini. Bagaimana hendak menanamkan rasa nasionalis bangsa jika fakta tidak disampaikan secara telus? Bagaimana hendak melahirkan insan Malaysia yang patriotik jika sejarah negeri sendiri pun tidak faham hal sebenar? Untuk itu, mari kita kongsi bersama apa sebenarnya hakikat sejarah negeri sabah. Sebelum itu sekali lagi saya tegaskan bahawa ini adalah perkongsian ilmu tentang fakta negeri sabah dan tidak ada niat untuk sengaja menimbulkan sentimen kepada mana-mana pihak.

1. Bila sebenarnya negeri sabah ini merdeka?

Sabah mencapai kemerdekaan pada 31 Ogos 1963. Sekali lagi saya sebut, pada 31 Ogos 1963. Ketika menyambut hari bersejarah ini, antara pemimpin-pemimpin negara yang turut hadir menjadi saksi kemerdekaan sabah ialah ialah Tunku Abdul Rahman, Lee Kuan Yew, Donald Stephen, Mustafa Harun, Stephen Kalong Ningkan, pemimpin-pemimpin British dan lain-lain lagi. Bagi mengumumkan kemerdekaan sabah, maka Gubernur Borneo Utara (Sabah) ketika itu iaitu Sir William Goode, menyatakan secara rasmi “ …..Hari ini adalah hari bersejarah untuk negeri sabah, ia menandakan bermulanya pemerintahan sendiri dan kemerdekaan serta berakhirnya perjanjian” (Sabah Times, Jesselton, 31 Ogos 1963.Dalam ucapan mulia gubernur tersebut, dapatlah ditarik tiga inti utama iaitu:i). Bermulanya pemerintahan sendiri;ii). Kemerdekaan;iii). Berakhirnya perjanjian, iaitu perjanjian dengan pihak British.

2. Bagaimana sabah boleh tergabung di dalam Malaysia?

Selepas sabah merdeka di bawah British pada 31 Ogos 1963, maka Tunku Abdul Rahman membawa misi ke Borneo untuk mengajak Sabah dan Sarawak turut bergabung dengan Malaya, selain Singapura untuk membentuk Kerajaan Persekutuan. Tawaran Tunku Abdul Rahman ini diterima oleh pemimpin-pemimpin Borneo Utara (Sabah) ketika itu DENGAN SYARAT bahawa harus ada 20 ISI PERJANJIAN antara Tunku Abdul Rahman selaku Perdana Menteri ketika itu, dengan para pemimpin sabah yang mewakili seluruh etnik di sabah. Perjanjian itu pun di materai bersama dengan nama PERJANJIAN 20 PERKARA, yakni terdapat 20 Perkara Utama yang sangat mendasar serta sebab utama mengapa sabah menyetujui tawaran Tunku Abdul Rahman ketika itu. Setelah ditandatangani perseujuan bersama, maka Sabah, secara sah bergabung dengan Malaya pada 16 September 1963. Tepatnya, penggabungan tersebut adalah ‘Bergabung Dengan Syarat’. Keseluruhan isi kandung 20 perkara tersebut adalah merujuk kepada Hak dan keistemewaan bagi rakyat dan negeri sabah sendiri.

3. Adakah Sabah ini sepatutnya disebut Negeri atau Negara?

Perlu anda ketahui bahawa, di dalam kandungan 20 Perkara, Sabah menurut Perkara 4 (1) dan Perkara 5(1) (a-b), menyatakan bahawa Sabah adalah Negara. Perkara 18 pula iatu tentang nama ketua negeri, disebut bahawa Nama Ketua Negeri ialah Yang Dipertuan Negara, bukannya Yang Dipertua Negeri. Oleh sebab itu, sejak sabah merdeka pada 31 Ogos 1963 sampai 16 September 1963, Sabah adalah sebuah NEGARA. Sabah, Sarawak, Singapura dan Malaya akhirnya Berjaya bergabung bersama lalu membentuk Kerajaan yang disebut MALAYSIA namun singapura tidak kekal dan bertindak keluar daripada Malaysia.

Inilah fakta sejarah sabah. Kenapa para sejarawan negara kita tidak menyatakan perkara ini secara jujur dalam tulisan-tulisan mereka? Kenapa perlu disembunyikan? Kalau pihak Putra Jaya tidak dapat menerima hal ini, kenapa rakyat sabah tidak diajak berbincang secara diplomasi untuk memperbaiki atau mencari kesepakatan bersama. Kenapa bila rakyat sabah bercakap pasal Perkara 20 ini dianggap terlalu sensitif? Bahkan di zaman rejim Mahathir dulu, siapa cakap pasal Perkara 20 langsung disumbat dalam ISA. Waktu menandatangani Perjanjian ini dulu tidak dianggap sensitif, tapi kenapa sekarang rakyat sabah minta dikaji semula hak-hak tersebut, lalu dianggap sensitif, malah lebih parah lagi bila rakyat sabah dibutakan daripada fakta sejarah negeri sabah sendiri.

Sebagai rakyat sabah, dan juga rakyat Malaysia, tidak salah rasanya jika saya menyeru kepada semua pihak, baik para pemimpin negeri dan juga pemimpin pusat, tolong jangan hipokrit dalam menyatakan kebenaran. Jangan juga menipu tentang hal sebenar. Ayuh!! Katakan saja sejujurnya…biar rakyat tahu tentang sejarah yang betul. Kami rakyat sabah siap menerima segala bentuk perbincangan asalkan kami tidak dibohongi seperti ini. Mungkinkah ini yang disebut sebagai……penjajahan minda!!!!?

“Jangan sesekali menyimpan barang busuk, sekali waktu akan tercium juga”


Saya juga sangat tertarik dengan komen saudara Eugen berkaitan dengan Bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan....


Eugene Says:

In fact, we are a member of malaysia, NOT a slave state of malaysia. Federal government never look the day 16 septermber seriously because they are trying to dissolve us to be part of them…
I’m passing a very clear and straight forward message here, should the federal government continue neglecting us, we will retrieve from the federal one day, NO POLITICAL GIMMICK can stop us if we determine to do so..

Based on the treaty between fed. and state gov. (20 points) Malay is the national language and English remain to be the Official language of sabah, so any decision made by the federal government to enhance the usage of malay and surpress english should not be implemented in SABAH.. Both languages are equally important. National language doesn’t mean that it’s status is higher. Look at singapore..

Apparently, Federal government is trying to reestablished sabah identity, so that they can simply manipulate the later generation of sabah easily.

PLEASE CORRECT ME IF ANY INFO. PROVIDED HAPPENED TO BE FABRICATION BY MISTAKE

So, apa komen kawan2 tentang perkara ini...?

Lanjutan bacaan boleh di dapati pada link di bawah..

New Proton MPV???

This morning i reached at my office table and as usually turn on my computer and open my email. And i got this email from a friend of mine and it's a picture of our new MPV Proton... but i don't know how true it is... well take a look and enjoy it...








If it is true and the price below RM80K..than i think your guys should consider this....

Wednesday, February 18, 2009

KALAU 'SAYA' WAKLI RAKYAT...

Firstly, thanks kepada kawan2 yg menyinggah di blog sya dan yg ada memberi komen pada artikel sya sblm ni. Mmg sgt memberi galakan dan motivasi untuk sya memaksa diri sya untuk meluahkan apa yg sya fikirkan saat2 berjauhan dgn negeri kesayangan. Apa pun pengalaman berjauhan dgn negeri sendiri banyak memberi pengalaman, pengetahuan dan pengajaran kepada sya untuk melihat tempat kelahiran sendiri khususnya dan negeri amnya dari sudut yang lebih luas.

Sebelum saya meneruskan kepada isi artikel ini, suka juga sya menceritakan sedikit tentang diri saya kerana mungkin kebanyakan dari kawan2 yg menyinggah di blog sya ni belum mengenali sya. Sya dilahirkan di Kg. Masolog, Kota Marudu pada tahun bulan 7, 1977 dan merupakan anak keempat daripada lapan org adik beradik. Mendapat pendidikan awal di Sk. Masolog kemudian di SMK Tandek sehingga SRP (last batch). Kemudian pindah ke SMK Menggatal (sekarang dikenali SMK Bandaraya) untuk memasuki kelas aliran Sains kerana pada masa itu SMK Tandek belum ada kelas aliran sains dan SMK Kota Marudu tidak mau menerima pelajar dari SMK Tandek kerana saya difahamkan ada sedikit salah faham diantara pengetua kedua2 sekolah pada masa itu. Sya study di SMK Menggatal sehingga awal tingkatan 6 Atas kerana mendapat tawaran untuk menyambung pelajaran di ITM (UiTM), Shah Alam dalam bidang Kimia. Namun sya tidak dapat menamatkan pengajian sya pada masa itu (final semester) atas sebab peribadi. Kemudian bekerja lebih kurang 2 tahun dan baru belajar balik dalam bidang yg sya mmg minati iaitu bidang kejuruteraan. Menjalankan Latihan Industri di JPS, Kota Marudu selama 3 bulan dan sekarang sedang bekerja dengan sebuah jabatan persekutuan di KL. Telah berkahwin dan mempunyai tiga org staring..

Artikel ini bukan untuk mengangkat diri atau menunjuk-nunjuk, apa lagi untuk memburuk-burukkan atau menjatuhkan sesiapa pun. Artikel ini cuma luahan perasaan, pandangan dan pengalaman dari seorang yang jauh tetapi hatinya sentiasa rindu dan peduli akan tempat dia dilahirkan.....


Kalau 'Saya' Wakil Rakyat......

Pertama-tama harus bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada rakyat kerana rakyat telah memberi kepercayaan mereka untuk 'saya' dlm merekabentuk dan memimpin masa depan mereka. Sentiasa memperingati diri yang saya ini bukan YB (Yang Berhormat) kerana yang harus dihormati adalah rakyat itu sendiri, tetapi YB (Yang Berani) dalam memperjuangkan keperluan dan kehendak rakyat. Harus sentiasa rendah diri dan mengutamakan rakyat lebih dari keperluan diri sendiri.

Kedua, membentuk Satu Pasukan Khas utk membantu dalam pentadbiran. Pasukan ini adalah terdiri daripada individu yang mempunyai pelbagai latarbelakang pendidikan, pekerjan dan pengalaman tanpa mengira kaum dan agama tetapi yang benar2 ingin melihat pembangunan dan kemajuan masyarakat. Pasukan ini berperanan mendapatkan maklumat tepat tentang keperluan sosial dan ekonomi rakyat. Seterusnya menterjemahkannya kepada satu perancangan pembangunan menyeluruh yang dapat memenuhi keperluan sosio-ekonomi rakyat. Kemudian perancangan ini akan diumumkan kepada rakyat dan rakyat sendiri yang akan menjadi 'auditor' kepada setiap perancangan tersebut terutama dari segi penggunaan kewangan. Ini juga bagi mengelakkan berlakunya 'kecairan' wang peruntukan secara haram.

Ketiga, membuat lawatan ke setiap kampung atau mukim sekurang-kurangnya setahun sekali. Bertujuan mendekati, melihat dan mendengar sendiri keperluan dan rintihan masyarakat. Juga melihat sejauh mana perlaksanaan perancangan2 yang telah dirancang (on spot audit).

Keempat, mengenal pasti sektor ekonomi yang boleh dibangunkan dan dikomersialkan untuk memajukan lagi kawasan dan ini akan membuka lebih banyak peluang perkerjaan seterusnya dapat mengekalkan orang2 mudah untuk terus kekal di tempat sendiri. Bukan itu sahaja 'saya' juga akan membuka klinik2 usahawan untuk memberi pendedahan kepada masyarakat ttg perkara2 yg perlu dilakukan atau diketahui untuk menjadi usahawan yang berjaya.

Kelima, mempastikan kemudahan2 awam yang kritikal seperti jalan raya, sekolah, klinik, elektrik, air, dan telefon di perkasakan dengan memantau setiap jabatan dan agensi yang bertanggungjawab melaksanakan tanggungjawab dengan baik dan betul. Membuka satu Pusat Aduan dan Maklumat Awam untuk rakyat membuat aduan jika berlakunya ketidakpuasan hati terhadap perkhidmatan yang dilaksanakan oleh jabatan2 dan agensi2 kerajaan.

Keenam, menyediakan kemudahan asas untuk bersosial seperti Taman Permainan Kanak2, Kompleks Sukan dan Taman Riadah bagi memenuhi keperluan manusia yang memang suka bersosial. Mewujudkan satu kawasan rumah2 kebudayaan mengikut suku kaum yang ada di kawasan 'saya' agar budaya ini akan terus terpelihara dan tidak hilang ditelah zaman. Kemudian mengadakan pertandingan2 dan peraduan2 yang boleh membawa kepada permaufakatan dan keharmonian dari segenap lapisan masyarakat.

Ketujuh, sentiasa menjaga kebajikan rakyat dengan mempastikan setiap rakyat terutama yang susah mendapat keadilan yang sebaik-baiknya. Bukan semata-mata memberi bantuan kewangan kepada mereka tetapi yang lebih penting memberi tunjuk ajar dan bimbingan untuk membolehkan mereka berdikari di masa depan seterusnya tidak lagi bergantung kepada bantuan orang lain dan kerajaan. Membuat satu Education Foundation For Excellant Student. Satu tabung pendidikan untuk pelajar2 yg cemerlang tetapi kurang kemampuan dari segi kewangan. Tanpa mengira kaum, agama dan latar belakang semuanya layak untuk di beri bantuan ini.

Kelapan dan terakhir, memperingatkan diri agar melaksanakan perkara satu sampai tujuh di atas.

'Saya' tahu tidak mudah untuk melaksankan semua perkara ini namun jika kita ('saya' dan rakyat) sama-sama berganding bahu, berkerjasama dan dengan izin Tuhan tiada perkara yang tidak boleh dilakukan........TERIMA KASIH.....

Thursday, February 12, 2009

KALAU ANDA WAKIL RAKYAT....

Kita sering merungut, membebel dan marah tentang peranan yang dimainkan oleh wakil rakyat (YB) kita tidak mencapai tahap kepimpinan yang diharapkan. Dan sering kali kedengaran yang YB (dulu hingga sekarang) ini hanya memberi perhatian kepada periuk nasi kroni2 mereka sahaja tanpa melihat dan membela nasib rakyat yang memilih mereka. Sejauh mana kebenaran perkara ini tidak ditentukan tetapi yang pasitnya ia memang berlaku. Ok la lupakan mereka sebentar, cuba alihkan pemikiran kita kepada diri sendiri. Jika kita (anda) diberi peluang oleh rakyat untuk menjadi wakil mereka di DUN atau Parlimen, apa yang akan kita lakukan?... Apakah perubahan2 yg mungkin akan anda lakukan untuk memenuhi tuntutan rakyat?... ekonomi, sosial, politik..... Cuba kongsikan harapan dan impian anda agar sesiapa yang membaca blog ini akan dapat memahami kehendak dan keperluan kita sebagai rakyat biasa.

"Kalau Saya adalah YB" merupakan tajuk artikel yang saya rancang untuk terbitkan akan datang... so tunggu kie...

This What We Call a HERO...